SEBUAH MANUSKRIP YANG PENUH TANYA


Manuskrip Go Set a Watchman konon ditemukan secara tak sengaja dan sebetulnya merupakan “induk” dari novel To Kill a Mockingbirf.

Draft ini selesai ditulis Harper Lee pada tahun 1957 dengan gaya bahasa orang ketiga yang settingnya 20 tahun setelah apa yang terjadi dalam novel To Kill a Mockingbird. Meski novel yang terbit di masa Harper Lee sudah sangat tua ini disebut “sekuel”, mereka yang sudah membaca keduanya akan merasakan ini adalah draft awal dari novel To Kill a Mockingbird.

Menurut The New York Times, naskah itu jatuh ke tangan Therese von Hohoff Torrey yang dikenal sebagai Tay Hohof, seorang editor veteran yang sangat terkesan dengan naskah awal itu. Menurut Hohoff, saat dia membaca draft awal itu, dia tahu Lee adalah seorang penulis sejati. “Setiap baris menampilkan sinarnya bahwa Lee seorang penulis,” kata Hohoff. Namun, draft itu belum menjadi novel yang matang karena isinya masih penuh serangkaian anekdot.

Adalah Hohoff yang kemudian mengusulkan pada Lee bahwa tokoh si kecil Scout dan kenangan tentang Ayahnya sebagai seorang pengacara itulah yang menarik. Hohoff menyatakan bahwa adegan kilas balik itu sebaiknya digunakan sebagai dasar dari sebuah novel baru. Lee setuju. Sejak itu, Tay Hohoff membimbing Lee pada setiap bab. Artinya, setiap bab yang selesai langsung dibaca Hohoff dan diberi komentar dan Lee akan memperbaiki sesuai yang yang disarankan Hohoff hingga akhirnya selesai dan diberi judul To Kill a Mockingbird.

Tak semua saran Hohoff diterima Lee. Terkadang Lee akan meyakinkan editornya mengapa sebuah adegan harus dipertahankan, terkadang sebaliknya Hohoff yang meyakinkan sang penulis untuk mengubah sesuatu. Kerjasama ini berlangsung hingga dua tahun hingga akhirnya terbit novel yang menjadi pegangan setiap anak di Amerika sejak tahun 1960. Setelah itu sejarah berbicara. To Kill a Mockingbird menjadi salah satu novel terlaku dan juga terbaik. Kesuksesan novel ini menjadi tekanan bagi Lee hingga dia menyatakan tak akan menulis lagi.

Karena itu, munculnya Go Set a Watchman tentu saja menghebohkan. Belum pernah ada yang menandingi pre-order sebuah buku sastra seperti halnya Go Set a Watchman jika kita tak menghitung euphoria khalayak terhadap serial Harry Potter. Masyarakat sastra ingin tahu, seperti apakah karya sastrawan yang mengaku tak akan menulis lagi setelah sukses To Kill a Mockingbird?

Tentu ada serangkaian tanda tanya  apakah Harper Lee yang sudah sepuh itu mempunyai kontrol penuh atas seluruh keputusan menerbitkan “manuksrip” yang ditemukan itu. Berbagai spekulasi lahir, dan kemudian ditangkis dengan berbagai pernyataan resmi.

Setelah akhirnya novel tersebut muncul  bulan Juli lalu—dan dalam bahasa Indonesia pekan ini— maka apa yang diutarakan oleh Jonathan Mahler dalam The New York Times tentang proses penciptaan To Kill a Mockingbird menjadi penting.  Bahwa naskah awal itu –yang kemudian diterbitkan menjadi novel Go Set A Watcman– bukanlah sebuah sekuel, melainkan nukleus awal dari perjalanan menuju karya klasik Harper Lee.

9999--TO--KILL--MOVIE

LSC